Reuni

Reuni. Ditunggu oleh sebagian besar alumni, dihindari oleh sebagian alumni lainnya.
“Hmm…cantik…”, suara Mama terdengar dari balik pintu. Ajeng yang sedang mematut diri di depan cermin, mau tidak mau tersenyum.
“Mama…bisa aja…”, jawabnya agak malu tapi dalam hati dia senang dipuji begitu, meskipun itu pujian dari Mama yang sudah pasti akan menyebutnya cantik, walau dia sedang terlihat jelek sekalipun.
“Jadi…reuninya jam berapa…?”, tanya Mama.
“Jam 4 sore, Ma…sebentar lagi…”, jawab Ajeng. Dia tercenung cukup lama.
“Ya udah, kalo gitu kamu berangkat sekarang aja…Pak Yadi juga udah dari tadi nungguin kamu…”, kata Mama tersenyum.
Ajeng mengangguk. Mama mengantarkannya sampai ke mobil, di mana sopir setianya Pak Yadi, sudah siap sedia menunggu instruksi.
Ya, akhirnya Ajeng memutuskan untuk menghadiri reuni ini setelah mempertimbangkan banyak hal. Dia tersenyum mengingat teman-teman lama yang mungkin juga akan menghadiri acara ini. Banyak sekali kenangan yang akan mereka bicarakan nanti setelah kehilangan kontak begitu lama.
Tapi, sesuatu hal membuatnya kembali merenung.  Kadang hal itulah yang membuatnya berat untuk bertemu orang-orang dari masa lalu. Dia tidak minder soal karir, walaupun dia tidak berkiprah di kantoran seperti kebanyakan temannya. Justru Ajeng tahu seharusnya dia bangga. Karirnya tidak pernah mengikatnya, tapi mampu menghidupinya lebih dari cukup. Jajaran novel-novel best seller, skenario-skenario yang memperoleh penghargaan itu sudah cukup jadi bukti eksistensinya. Tapi bukan itu yang membuatnya gundah. Sudahlah…
Ajeng kembali melamun. Virly, bagaimana kabarnya…? Winda…apakah masih suka ngerumpi..? Hadi, apakah masih jahil seperti dulu…? Seperti apakah mereka sekarang…? Sudah sukses ataukah bagaimana…? Ajeng sungguh ingin tahu. Dia tersenyum sendiri mengingat bagaimana mereka dulu. Bolos pelajaran Geografi dan nongkrong di toko kasetnya Bang Puji sambil membongkar semua koleksi poster di sana. Bang Puji yang baik itu tidak pernah marah, walaupun dia tahu mereka bolos dari sekolah untuk mengacak-acak tokonya.
Ajeng terbahak ketika memorinya sampai pada peristiwa konyol ulang tahun Hadi. Waktu itu Ajeng sedang asyik makan bakso gerobak dan Virly tiba-tiba datang merebut mangkok bakso yang masih berisi setengahnya itu.
Ajeng kontan kaget. Tiba-tiba terdengar teriakan Hadi.
“Panas bangeeeeettt….gila lo, Ly…!!!!”, katanya pada Virly yang ternyata menyiramnya dengan kuah bakso Ajeng.
“Selamat Ulang Tahuuuun…”, Virly bernyanyi sambil tertawa dan berlari menghindari kejaran Hadi.
“Wooooiiiii…..bakso gue tuuuh…gantiin gaaaak….???!!!!”, teriak Ajeng sewot pada waktu itu. Tapi, akhirnya dia malah ikut mengguyur Hadi dengan teh botol. Sungguh perbuatan mubazir tapi mereka tertawa gembira. Masa-masa yang indah pada waktu itu.
Ajeng menghela nafas panjang. Lucky…bagaimana kabarnya…? Masihkah dia ganteng seperti dulu…? ataukah dia masih menyesal setelah peristiwa itu…? Peristiwa yang menyebabkan Ajeng seperti sekarang.
“Non…sudah sampai…”, kata Pak Yadi sambil membelokkan mobil memasuki lapangan parkir SMA. Ajeng tersenyum. Dari jendela mobil terlihat teman-teman lamanya, wajah-wajah mereka masih ceria seperti dulu, dan juga….ada Lucky. Ajeng menurunkan kaca jendela.
“Wooooiiiii….”, teriaknya. Teman-temannya menoleh. Ini dia makhluk yang mereka tunggu. Mendengar teriakan itu saja, mereka sudah tahu siapa yang datang. Ajeng, si cadas dari geng mereka. Mereka tersenyum dan tertawa. Tapi hanya Lucky yang bersikap biasa.
“Ajeeeng…turun lo…!!!”, teriak Winda, wajahnya gembira.
“Bentaaar…!!!”, teriak Ajeng. Pak Yadi memarkir mobil, lalu mengangguk pada Ajeng.
Teman-temannya melihat Ajeng turun dari mobilnya. Susah payah. Mereka serta-merta terdiam. Ajeng turun dengan sebelah kaki, sedangkan kakinya yang lain telah digantikan oleh kruk yang menyangga tubuh kurusnya.
Lucky yang melihat itu menyadari, sejak kecelakaan motor mereka sepuluh tahun yang lalu, Ajeng tidak pernah sembuh lagi.
 
Padang, 25 September 2013
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s