Me And The Boots

Ketika kamu menemukan sesuatu yang telah lama kamu idam-idamkan, tapi ternyata tidak diciptakan untukmu, akankah kamu memaksa untuk memilikinya…?
Hujan deras mengguyur Padang hampir tiap sore akhir-akhir ini. Tapi, hari ini mau tidak mau saya terpaksa berlari di bawah hujan demi sepasang high heels bling-bling untuk keperluan wisuda besok. Kenapa bisa…?
Ya…berhubung sudah mencari ke mana-mana dan tidak juga menemukan high heels yang pas di hati (lha….bukan di kaki ya…? *plakk, abaikan), saya hampir saja menyerah. 
Tapi, ketika akan keluar dari parkiran basement Plaza Andalas, saya tiba-tiba teringat dengan sebuah tempat yang mungkin bisa menjawab kebutuhan (atau keinginan..?) saya.
Tempatnya persis di seberang Plaza Andalas, tempat khusus menjual bags and shoes. Akhirnya, mobil tetap terparkir di basement dan saya berlari keluar di bawah hujan, demi menemukan yang saya cari.
Dan firasat umumnya tidak pernah salah, apalagi firasat perempuan, yang kadang sering dicemooh diabaikan oleh kaum adam, yang katanya terlalu mementingkan perasaan lah, kurang pake logika lah…kayak laki-laki dong, mikir dengan 9 pemikiran dan satu perasaan saja, tanpa mereka menyadari bahwa tanpa perempuan mereka bakal kelabakan. Lho…kenapa jadi curhat…? *sekali lagi, abaikan.
Dan benar saja, koleksi high heels di sana lumayan “nyelekit”…hehehe…langsung saja saya pilih yang saya mau, cobain trus diorder. Nah, pas lagi nungguin packingnya, tiba-tiba…ow…ow…apa itu yang lucu-lucu di etalase sana…? Ckckck benar saja, itu adalah boots yang sudah lama sekali saya idam-idamkan. Wuahaha…sekali menyelam minum bir (mabok dong…? *plakk !!..) pikir saya. Langsung saja saya meluncur ke sana. Hmm…saya butuh satu nomor lagi di atas ini. Dengan percaya diri saya bertanya.
“Uni, nomor 39 ada gak…?”, tanya saya dengan bersemangat sambil mengacungkan boots itu di depan hidung si Uni.
“Waduh Uni…maaf, itu nomor yang paling tinggi…”, jawabnya sambil tersenyum.
“Yaaa….”, saya kecewa berat…rat..rat….Hey…sejak kapan sepasang boots membuat saya jadi fashionista dadakan…?
Daan begitulaah…saya tetap nekat mencoba boots itu. Tolol ya..? Bangeeet….:P
Ya, pasti sakitlaah, maksain yang bukan ukuran kita untuk fit dengan sendirinya. Mana mungkin itu..? Mau kekecilan, mau kegedean, tetap saja tidak nyaman dipakai. Saya butuh yang pas.
Jadi, dengan berat hati, saya kembalikan lagi boots itu ke peraduannya. Akan ada pemilikmu yang lebih tepat, Nak…(yaeeelaah…it’s just a damn shoes..)
Dan kalau ingat ketololan saya sore itu, saya tiba-tiba merasa lucu sendiri. Ketika kita mengatakan dengan gampangnya pada orang lain “relakanlah”, tapi begitu kita mengalami sendiri, rasanya kok ya beraaaat banget getooh *makanmeja
Tapi, jika sesuatu itu, apapun itu, memang tidak pas untuk kita hingga tidak akan nyaman untuk dikenakan, betapapun indah terlihat dan kita sangat ingin memilikinya….haruskah kita memaksa…?
Padang, 9 September 2013
Dini hari dengan kopi
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s