Gawat Dan Darurat

Citra pontang-panting di Instalasi Gawat Darurat malam ini. Barangkali tugas jaga tersibuk sepanjang sejarah hidupnya adalah saat ini. Beberapa hari menjelang lebaran dan banyak sekali pasien korban kecelakaan memenuhi IGD. Mereka semua berteriak, ada yang istighfar, ada yang takbir tapi ada juga yang menyumpah-nyumpah dengan kata-kata antah berantah.
Dan pasien berpenampilan punk ini salah satunya. Hidung, telinga bahkan lidahnya dipenuhi tindikan.  Rambutnya berpotongan mohawk, pakaiannya jangan dikata, penuh dengan emblem-emblem grup punk, mulai dari Greenday hingga Superman Is Dead. Akan tetapi…alamaaak…baru melihat jarum jahit saja dia sudah berteriak ketakutan.
“Aduuuh Dokteeer, jangan dijahiit….!!”, teriaknya norak.
Citra mendelik.
“Siapa suruh juga ngebut di jalanan..? Untung cuma bocor kepala”, jawab Citra galak sambil mempersiapkan jarum jahit dan benang kulit.
“Yaaaah…Dok, ngebut ya di jalanan, masa di sawah…ih aneh deh Dokter”, jawab Si Anak Punk dengan gaya super menyebalkan.
“Baiklaaah, berani ngebut, berani tanggung resiko kan….Pedrosa…”, sindir Citra sambil mulai menjahit kepala Si Anak Punk. Di luar dugaan, anak itu mulai menjerit.
“Gak mauuu….sakit Doook…”, teriaknya seraya berlari menjauhi Citra. Citra mengeluh. IGD sedang ramai, pasien kunyuk ini bertingkah pula.
“Ya udah, kalo gak mau, gak pa-pa..”, kata Citra, “biar kepalamu itu bocor terus, sampe kehabisan darah..”, ancamnya lagi.
“Eh, kehabisan darah..? Serius Dok…???”, Si Anak Punk mulai ketakutan.
“Ya iyalah, lihat aja tuh kepala, gak sakit apa..? Lagian, bukannya taraweh, malah balapan, ancur kan…”, jawab Citra tanpa basa-basi.
 
Si Anak Punk kembali duduk di hadapan Citra.
“Bukan balapan, Dok. Kerjaan, nganterin gambar pesanan orang…”, jawab Si Anak Punk mulai tenang.
“Oo…kamu pelukis aliran punk…”, kata Citra sambil mulai menjahit. Si Anak Punk sedikit meringis. Ternyata tidak sesakit yang dia bayangkan.
“Bukan, Dok, gambar desain rumah, saya arsitek..”, jawab Si Anak Punk lagi, membuat Citra berhenti sejenak menusukkan jarum jahitnya.
“Arsitek..? Arsitek punk…?”, tanya Citra geli, sedikit tidak percaya.
“Yaa tuh kan, selaluuuu aja orang-orang pada gak percaya kalo saya arsitek..ckckck….ada yang salah dengan saya…?”
“Penampilannya salah..”
“Lha…?? Emang arsitek harus selalu klimis ya, Dok..?”, tanyanya lugu.
“Gak juga sih..”,jawab Citra sambil kembali menjahit.
“Robert….”, katanya memperkenalkan diri.
“Gak nanya..”, jawab Citra judes.
 
“Ntar juga pasti ingin tahu…”, kata Robert lagi.
“Gak tuh..”, jawab Citra sambil menusukkan jahitan terakhirnya sedikit kuat dengan sengaja. Robert meringis lagi.
“Aw…aw…Dokter Citra, biasa aja dong…”. Dia pasti tahu nama Citra dari name tag di jas dokternya.
“Sudah..”, kata Citra akhirnya, “jangan digaruk ya, saya tuliskan resepnya sebentar”. Citra mengambil note resepnya dan mulai menulis.
“Buseeet, tulisannya jelek amat Dok…”, suara cempreng Robert benar-benar mengganggu telinganya.
“Udah, pergi sana…saya masih banyak pasien”, usir Citra.
“Yee…saya kan pasien juga Dok..”, sungut Robert makin mengganggu.
“Kamu…udah selesai, sekarang pergi ke apotek, sana..”
“Ok…ok..bye Dokter Citra….see you soon ya…”, Robert mengedipkan mata. Dia berlalu sambil menenteng tabung gambarnya yang mirip bazooka itu. Tak lama kemudian, dia berlalu dengan motor gedenya. Mungkin dia memang arsitek, siapa yang tahu. Penampilan seseorang kan bukan ukuran.
Citra menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Firasatnya mengatakan akan bertemu lagi dengan Robert. Pasien memang bermacam ragam, semua unik. Karena merekalah Citra di sini, siap siaga, untuk mereka yang selalu gawat dan darurat.
Padang, 23 Juli 2013
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s