Dear Mirror Image

Hey you…my mirror image…
Apa kabarmu..? Aku harap baik-baik saja. Banyak sekali yang ingin kusampaikan padamu. Banyak kisah yang ingin kututurkan. Tentang kita, aku dan dirimu, tentang proses menjadi dewasa, tentang menjadi perempuan dan juga…tentang cinta.
Tidak mudah memang, Dear. Aku sendiri bahkan tidak tahu harus mulai dari mana. Proses pendewasaan yang sampai sekarangpun aku tidak bisa mendefinisikannya. Tapi, yang aku tahu…tidak mudah menjadi dewasa, juga tidak mudah menjadi perempuan. Dan kita mengalami keduanya….menjadi perempuan dewasa. Apa itu artinya…? Entahlah, Dear. Aku juga tidak tahu.
Hey Girl…tapi yang jelas, kita menikmatinya, bukan..? Di antara kebingungan, canda, tawa, air mata, kebahagiaan, pencapaian, kehilangan, mendapatkan dan juga cinta…kita menikmatinya dan bisa berbagi rahasia. Ada orang yang bilang “secrets make a woman a woman”. Benar adanya begitukah..? Jangan tanya sedalam apa hati perempuan, karena perempuan itu sendiri juga tidak mengerti.
Kita mengalami jatuh bangun. Tapi, kita masih bisa menemukan tawa di antara air mata. Mana lukamu..? Tunjukkan padaku…biar kuobati sebisaku, walau aku tidak bisa menjamin kesembuhanmu.
Girl, we are big girls now. Tidak lagi bermimpi jadi Barbie dan dijemput pangeran berkuda putih. Kita dihadapkan pada pilihan-pilihan, kita dipaksa memilih dan memutuskan. Salah atau benar, kita tetap memutuskan. 
Dan tiba-tiba saja…kita berakhir di tengah-tengah realita. Berusaha untuk tetap memiliki eksistensi diri di saat kita dituntut untuk bisa menjadi segalanya, mulai dari perempuan anggun, hingga menjadi cleaning service. Kita juga dituntut untuk menjadi dokter, guru, psikolog, konsultan keuangan, koki, tukang binatu, desainer interior dan semuanya.
Hebat ya…? Anehnya, kadang kita tidak bisa menjelaskan apa yang sebenarnya kita inginkan. Siapakah kita yang sebenarnya. Apalagi, saat kita mengetahui, masih ada satu kepingan terpenting dari hati kita yang tertinggal di luar sana. Tapi, setidaknya kita bisa menjelaskan kenapa kita tidak lagi utuh.
Dear mirror image, aku menyayangimu, sungguh. Aku dan kamu….dekat dan direkatkan….karena dan oleh satu kata. Cinta.
 
Padang,
9 Oktober 2013
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s