Untuk Mereka Yang Percaya Cinta

Jam 3 sore. Dia masih terpekur dengan tablet di tangan, mungkin sedang asyik membaca jurnal material keluaran Elsevier. Sesekali matanya menyapu sekeliling taman, lalu dia kembali membaca. Sepertinya dia sedang menunggu seseorang. Dan orang itu belum muncul hingga kini, tapi dia tetap menunggu.

Satu jam kemudian dia masih setia menunggu di sana, tapi yang dinanti tidak kunjung tiba. Mendung mulai menghiasi langit dan gerimis mulai turun. Tidak ada jalan lain selain mencari tempat berteduh. 

Diapun berlari menuju gazebo  di dekat kolam yang tidak jauh dari sana. Tangannya berusaha menyingkirkan sisa-sisa hujan di jaket denim kesayangannya. Dilepaskannya kacamatanya yang buram, dilapnya perlahan dengan sapu tangan. 

Lalu dia duduk, kembali tenggelam dengan jurnal dalam tablet di tangannya.

Di sinilah mereka pertama kali bertemu, di taman ini. Perempuan itu begitu cantik di matanya, dan setelah mereka mengenal lebih jauh, perempuan itu menjadi jauh lebih cantik lagi. Begitulah, mereka selalu berjanji untuk bertemu di sini, seperti hari ini. Tapi entah kenapa, perempuan itu sepertinya lupa.

Jam 5 sore, dia mulai mencoba menghubungi perempuannya itu. Tidak diangkat, pesanpun tidak dibalas. Ada apa sebenarnya? Adakah yang tidak diketahuinya? Apakah telah terjadi hal buruk pada perempuan yang dicintainya itu? Dia memutuskan untuk terus menunggu, tapi kali ini dia mulai menunggu dalam kegundahan, kecemasan dan ketidakpastian.

Hujan mulai turun semakin deras, begitu juga kecemasan dan tanda tanya di hatinya. Tidak ada kabar. Mungkin perempuan itu telah lupa dengan janji mereka. Mungkin juga dia telah membuang semua kenangan mereka. Celakanya, sekarang hatinya telah begitu mencinta. Terlalu dalam dan terlalu sakit untuk dicabut. Dia sekarang menunggu dengan pasrah, sambil menatap hujan.

Aku hanya bisa menatapnya dari sana. Di bawah payung yang diguyur hujan. Betapa ingin aku menghampirinya dan bercanda seperti hari-hari sebelumnya. Tapi sesuatu menahanku. Sesuatu yang tidak bisa kujelaskan. Dia akan tersakiti dan aku tidak ingin itu terjadi.

Percayalah cinta itu ada. Cinta tidak pernah salah, hanya saja kadang dia datang…tidak tepat waktu.
 
Padang, 1 Mei 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s