Seriously Unserious

Nah yaaa..tidak tahu juga harus mulai dari mana, jadi saya memutuskan postingan ini akan menjadi postingan ngalor ngidul saja. Berhubung banyak yang bilang blog saya isinya kebanyakan cerita tragis dan air mata lebay bombay, saya memutuskan pada akhirnya, setelah perdebatan yang cukup panjang dengan entah siapa, saya akan berusaha untuk sedikit bersikap tidak jelas. Jelas kan? *apanyaaa?

Sebenernya bukannya saya sok serius, sok sendu, sok galau, sok tau cinta, sok tau patah hati. Tapi memang dasarnya saya ini sok tau, jadi ya begitu. Setiap hal yang lahir dari otak saya, ujung-ujungnya berisi semua rasa sok saya itu *ngomong opo?

Baiklah, abaikan. Otak saya kadang tidak bisa serius saat dibutuhkan. Justru aneh, kebalikannya terjadi saat saya gak butuh serius. Sungguh, kadang saya sudah berusaha untuk serius sampe amit-amit, tapi tetap saja saya tidak mampu.

Keanehan demi keanehan terus berlanjut. Dari satu karya, menjadi tiga karya, yang….entahlah. Apakah itu terlahir dari sebuah keseriusan atau tidak? Saya juga tidak punya jawaban.

Pembaca juga cenderung menganggap bahwa yang tertulis adalah yang sesungguhnya terjadi….ohohohoho….kenapa berpikiran begitu? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Karena yang saya tulis merubah pembaca menjadi yang saya tulis? Atau pembaca selalu menganggap yang saya tulis adalah saya? Yippie…yippie…yeay…kalau begitu, setidaknya saya berhasil membuat pembaca bertanya, setidaknya saya bisa menyentuh juga sedikit banyaknya.

Tuh kan….serius lagi deh. Percayalah, serius atau bercanda itu beda tipis. Tapi saya memang selalu memaksudkan yang saya tulis, saya punya sasaran dan tujuan. Menulis bagi saya adalah proses serius, terlepas dari apakah yang saya tulis adalah hal serius atau bukan.

Jadi kapan saatnya saya benar-benar serius? Saya juga tidak mampu mendeteksinya. Jadi nikmati sajalah dalam ketidaktahuan.

Jadi buat apa artikel ini ditulis? Saya gak tau, anggap saja saya kesurupan, begitu lebih baik untuk menggantikan jawaban yang panjang. Kesurupan….hahahaha….iyaaa…..
Nikmati saja walau tidak suka. 

Percayalah, saya sedang tidak serius.
 
Padang, 1 Mei 2014
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s