Remah-remah Brownies

Remah-remah brownies kembali berhamburan
Di meja dan di lantai
Remah berwarna coklat dan akan selalu coklat
Remah kecil yang nyaris seukuran debu
Menunggu untuk disapu
 
Remah-remah ini serupa tapi tak sama
Membawa sebuah periode kehidupan
Yang tersimpan tanpa terlupa
Dan datangnya membawa luka seiring cinta
 
Remah brownies kesukaanmu
Pada waktu itu mengotori mejaku
Dengan secangkir kopi yang tak kalah coklat
Tapi ada sepasang mata berbinar meminta maaf
Maaf telah mengotori, lain kali aku janji akan lebih hati-hati
 
Remah-remah brownies kembali membawa ingatan
Membawa kembali rasa, membawa kembali luka
Brownies yang seharusnya manis
Kenapa jadi mendadak pahit?
Dan kenapa remah ini ada di sini kembali hari ini?
 
Remah-remah brownies seharusnya hadir bersamamu
Tapi tak kutemukan mata berbinar itu
Mata indah yang tak mampu membuatku marah
Makanlah sebanyak yang kamu suka
Tapi yang kutemukan hanya remah
 
Remah-remah brownies perlahan mengabur
Seiring hujan sendu yang turun di malam hari
Seiring air mata yang jatuh tanpa kendali
Seiring isakan luka yang keluar dari dalam hati
Remah kecil ini membawa rinduku padamu
Hari ini, biarkan remah ini mengotori mejaku
 
Padang, 20 Januari 2014
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s