Namaku Badai

Namaku Badai. Kalau ingin tahu nama panjangku, tahun kelahiranku dan berapa umurku, jangan tanya padaku. Aku tidak akan memberitahu kalian hal yang tidak penting itu. Tapi, kalau kalian sedemikian penasarannya padaku, silahkan bertanya pada perempuan bermata abu-abu yang duduk di sudut belakang sana. Perempuan yang sedang menatapku dengan seksama, menungguku bercerita di hari minggu yang cerah ini.

Sebenarnya bagiku ini cukup pahit untuk diungkapkan. Berbagi pengalaman dengan anak-anak ketergantungan narkoba? Tahukah kalian, aku bukan pecandu narkoba. Akan tetapi, aku terpaksa menggunakan psikotropika. Kalian mau tahu bagaimana rasanya hanya untuk bertahan agar tetap “waras”? Hanya untuk bertahan tetap mengenali diri sendiri dan hanya untuk tetap bisa melakukan semua tugasku dengan baik, aku terpaksa menggunakannya. Dengan preskripsi dokter, tentu saja. Psikiater tepatnya. Bagaimana bisa?

Ya tentu saja bisa, walau aku tidak menginginkannya. Ini bukan penyalahgunaan, ini keharusan karena itulah obatku. Psikiaterku tentu saja amat sangat ingin aku sembuh. Dari segi bisnis sekalipun, adalah preseden buruk bagi seorang psikiater untuk memiliki pasien yang sama dalam jangka waktu yang lama. Baginya, kalau aku sembuh lebih cepat tentu saja akan lebih baik, karena itu berarti aku bisa merekomendasikan dia pada orang lain. 

Tapi apa daya, aku telah memperburuk pencitraan seorang psikiater dengan tetap kembali padanya untuk obat yang sama. Percayalah dia tidak ingin aku ketergantungan. Dia ingin aku sembuh. Dia itu psikiater, bukan pengedar narkoba.

Lalu apa yang sebenarnya terjadi padaku? Untuk itulah aku di sini. Untuk mengorek kembali masa lalu yang ingin sekali aku lupakan tapi tidak bisa. Seandainya menjadi amnesia adalah pilihan seperti sinetron-sinetron televisi, tentu aku lebih baik memilih jadi amnesia. Seandainya aku bisa memutar balik waktu, akan aku perbaiki segera efek kupu-kupu ini. Seandainya aku bisa kembali dan merubah satu saja hal kecil dari runutan kisah hidupku, tentu sekarang keadaannya akan berbeda. Bahkan berkemungkinan aku tidak akan ada di sini atau menjadi penyiar radio. 

Karena itu bagaimanapun aku menceritakan kembali semuanya dengan syukur. Aku tidak berasal dari keluarga broken home. Dan aku juga tidak berpura-pura begitu. Hidupku baik-baik saja. Aku juga bukan mantan ABG galau. Justru masa remajaku amat sangat bahagia. Sekali lagi aku tegaskan, aku tidak terjatuh pada narkoba. Aku bukanlah orang yang butuh fly untuk mencari sesuatu yang aku bahkan tidak tahu wujudnya. Aku menggunakan obat-obatan jenis psikotropika karena memang itu obatku, dengan resep dokter, dengan pengawasan dokter. 

Aku tidak membela, aku hanya ingin meluruskan. Bahwa bukan narkobanya yang jadi masalah. Melainkan masalah timbul adalah karena penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. So, I don’t say no to drugs, but I say no to the misusing of drugs. Karena obat apapun itu, bahkan yang bukan jenis narkoba sekalipun, bila disalahgunakan tetap berakibat fatal.

Sulit untuk mempercayai bagaimana kepakan kecil dari sayap kupu-kupu bisa merubah arah angin dan menyebabkan tornado di tempat lain di masa depan. Tapi itulah yang terjadi. Otakku terus-menerus berkata seandainya, seandainya dan seandainya. Seandainya saja aku tidak memilih kampus itu. Seandainya saja aku lebih ngotot untuk bertahan saat itu. Seandainya otakku berhenti bertanya. Hingga aku berandai-andai, seandainya aku tidak pernah dilahirkan.

Kedengarannya memang konyol tapi penting buatku. Antara keinginan mengubahnya dan tidak mengubahnya. Adalah perempuan bermata abu-abu di sudut sana yang membuatku memutuskan untuk menyukuri apapun yang sekarang kumiliki. Seperti dia yang menyukuri apapun yang terjadi padanya.

Dan di sinilah aku, tidak lagi berharap merubah efek kupu-kupu ini. Aku di sini, untuk berbagi, untuk bercerita, untuk menghilangkan trauma dan juga untuk mencintai semua tahapannya. Perkenalkan sekali lagi. Namaku Badai dan aku bukan pecandu narkoba.

Full story available on novel: Jejak Badai.

Hubungi 0821 6912 0820 untuk pemesanan
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s