Ketika…

Ketika wajahnya tak lagi di sana
Ketika dia tidak lagi bertanya
Ketika dia tidak lagi merasa
Ketika dia tidak lagi terluka

Adalah ketika….
Dia mulai bisa tertawa
Mulai bisa bercanda
Mulai bisa menarik nafas lega
Mulai bisa puas tanpa bertanya

Dia bukanlah….
Air matamu
Senyummu
Tarikan nafasmu
Aliran darahmu
Detak jantungmu
Bukan….dia bukan itu

Karena itu semua adalah milikmu
Bukan diriku, bukan dirimu

Ketika….
Genggaman tangan sudah saling melepaskan dengan rela
Nadi sudah bisa berdenyut sempurna
Puisi dan nyanyian membangkitkan ceria
Semua kembali seperti sedia kala
Tinggalkan tiang lampu jalanan
Tinggalkan jendela
Gerimis tak lagi hampa

Ketika itulah….cinta tak lagi di sana…
 
Padang, 10 Mei 2014
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s