Cerita Kopi Instan

Instan. Langsung jadi. Tidak perlu susah payah. Jadilah dia.
Seduh. Minum. Habis. Lupakan.
Ulang. Seduh lagi. Habis lagi.

Cerita berulang dari suatu benda yang kadang ada kadang tiada.
Tidak ada yang akan bersusah payah
sekedar untuk mengetahui dari mana dia berasal,
dengan apa dia diangkut, bagaimana bijinya diperoleh,
apa proses yang sudah dilaluinya
Tak perlulah itu.

Dia ada di atas meja, di dalam lemari, di dalam tas.
Dia terbungkus berbagai tulisan. Sudah. Ya begitu.

Tak perlulah mengetahui bahwa kadang kehadirannya…
menghapus luka, membawa cerita, mengingat sahabat,
menemani hujan, mencatat perjalan, membuat terjaga,
mengembalikan tawa, memenuhi hati dengan kehangatan.
Tidak perlu itu, Kawan.

Dia instan, seperti yang kita inginkan.
Dia langsung ada seperti semua insan yang malas berproses.
Dia menunaikan tugas lalu hilang sekejap mata.

Begitu saja?
Ya begitu saja.
Instan.

Padang, 1 Oktober 2014

Anita Daniel
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s